LENGKONG – Dalam upaya memperkuat link and match antara dunia pendidikan vokasi dengan dunia industri, SMKN 1 Lengkong sukses menyelenggarakan kegiatan Kuliah Industri pada Senin, 20 April 2026. Acara yang bertajuk pengembangan soft skill dan kewirausahaan ini menghadirkan praktisi ternama, Erlangga Putra Utama, yang merupakan Founder dari Barber Kulter.

Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh para siswa yang ingin mendalami dinamika industri jasa kreatif serta peluang bisnis di sektor barbershop modern.
Membangun Mentalitas Wirausaha Muda
Dalam paparannya, Erlangga Putra Utama berbagi pengalaman inspiratif mengenai perjalanan membangun Barber Kultur dari nol hingga dikenal luas. Ia menekankan bahwa di era modern, seorang lulusan SMK tidak hanya dituntut memiliki keterampilan teknis (hard skill) yang mumpuni, tetapi juga harus memiliki mentalitas seorang wirausahawan.
“Dunia industri terus berkembang pesat. Selain teknik memotong rambut yang presisi, hal yang tak kalah penting adalah bagaimana kita memberikan pelayanan pelanggan (service excellence) dan membangun personal branding yang kuat,” ujar Erlangga di hadapan para siswa.
Sinergi Dunia Pendidikan dan Industri
Pihak sekolah menyatakan bahwa kehadiran praktisi seperti Erlangga sangat krusial bagi pengembangan kurikulum praktis di sekolah. Kuliah Industri ini dirancang untuk memberikan wawasan langsung mengenai tren industri terkini yang mungkin belum tercakup sepenuhnya dalam materi buku teks di kelas.
Kegiatan ini mencakup beberapa sesi penting, di antaranya:
-
Bedah Tren Industri: Diskusi mengenai perkembangan gaya rambut dan standar layanan barbershop masa kini.
-
Strategi Bisnis: Tips mengelola bisnis jasa bagi pemula.
-
Sesi Tanya Jawab: Ruang bagi siswa untuk berinteraksi langsung mengenai tantangan di lapangan kerja.
Harapan untuk Siswa
Kepala Sekolah SMKN 1 Lengkong menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada Erlangga Putra Utama atas kesediaannya berbagi ilmu. “Kami berharap, melalui Kuliah Industri ini, siswa mendapatkan suntikan motivasi dan gambaran nyata tentang dunia kerja. Harapannya, mereka tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja sendiri di masa depan,” tuturnya.
Kegiatan ini diakhiri dengan sesi foto bersama dan diskusi informal antara siswa dengan pemateri, memberikan kesempatan bagi mereka yang ingin bertanya lebih dalam mengenai jenjang karier di industri jasa kreatif.
