Refleksi Kesucian Hati: Halal Bihalal SMKN 1 Lengkong Bersama KH Katsir Musthofa
LENGKONG – Semangat kemenangan Idul Fitri masih terasa kental di lingkungan SMK Negeri 1 Lengkong. Pada hari ini, sekolah menggelar acara Halal Bihalal Keluarga Besar SMKN 1 Lengkong yang dihadiri oleh seluruh siswa, guru, dan staf karyawan. Acara yang berlangsung khidmat di lapangan sekolah ini menghadirkan penceramah kharismatik, KH Katsir Musthofa.
Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus menjadi wadah evaluasi diri setelah menjalani ibadah puasa di bulan suci Ramadan.
Esensi Puasa: Lebih dari Sekadar Menahan Lapar
Dalam tausiyahnya, KH Katsir Musthofa menekankan bahwa manfaat puasa Ramadan adalah untuk membentuk manusia yang bertakwa dan memiliki kendali diri yang kuat. Beliau menjelaskan bahwa puasa adalah madrasah ruhani yang seharusnya membekas dalam perilaku sehari-hari, bukan sekadar ritual menahan lapar dan dahaga dari fajar hingga maghrib.
Waspada Indikasi Gagalnya Puasa
Namun, ada pesan mendalam yang menjadi sorotan utama dalam ceramah beliau. KH Katsir Musthofa mengingatkan bahwa tidak semua orang yang berpuasa mendapatkan pahala di sisi Allah SWT. Beliau memaparkan empat indikasi utama seseorang dianggap gagal dalam ibadah puasa Ramadannya:
-
Masih Terjerat Maksiat (Mabuk-mabukan): Sangat disayangkan jika setelah digembleng di bulan suci, seseorang kembali ke kebiasaan buruk yang merusak akal dan raga.
-
Durhaka kepada Orang Tua: Puasa setinggi langit tidak akan diterima jika hubungan dengan orang tua retak. Ridha Allah bergantung pada ridha orang tua.
-
Memutus Silaturahmi: Ramadan mengajarkan ukhuwah. Jika setelah Lebaran seseorang justru menutup pintu komunikasi dengan sesama, maka ia telah kehilangan esensi hari kemenangan.
-
Masih Menyimpan Dendam: Hati yang bersih adalah tujuan dari Idul Fitri. Seseorang yang masih memelihara dendam di hatinya menunjukkan bahwa puasanya belum mampu menyucikan jiwanya secara total.
“Jangan sampai kita termasuk golongan orang yang hanya mendapatkan lapar dan dahaga saja dari puasanya. Ramadan harus menjadi penghancur ego dan dendam dalam diri kita,” tegas KH Katsir Musthofa di hadapan para jamaah yang menyimak dengan antusias.
Menuju Pribadi yang Baru
Acara ditutup dengan sesi bersalam-salaman (mushafahah) sebagai simbol peleburan dosa antar sesama manusia. Kepala SMKN 1 Lengkong berharap kegiatan ini dapat memotivasi para siswa untuk menjadi pribadi yang lebih berakhlak mulia dan disiplin dalam menuntut ilmu.
Dengan berakhirnya rangkaian Halal Bihalal ini, keluarga besar SMKN 1 Lengkong berkomitmen untuk menjaga semangat Ramadan dalam kehidupan sekolah sehari-hari, menjauhkan diri dari permusuhan, dan terus mempererat kekeluargaan.

